Lagi-lagi siswa menjadi korban kepentingan kekuasaan, meski tujuannya baik. Kurikulum tiban akan datang. Saat ramai tentang teroris lalu muncul kurikulum antiterorisme. Ketika batik diakui sebagai warisan adiluhung bangsa, maka dirasakan perlu kurikulum batik. Waktu ada bencana gempa dan makan banyak korban, maka harus ada
Jangan Bebani (lagi) Siswa Kami
16 10 2009Komentar : 2 Komentar »
Kaitkata: batik, kurikulum, teroris
Kategori : Opini, Uncategorized
